Tapaktuan | Puluhan butir telur Penyu Lekang (Lepidochelys olivea) berhasil menetas di bak tetas semi alami Stasiun Konservasi Penyu Rantau Sialang, Resor Kluet Selatan, SPTN Wilayah II Kluet Selatan, BPTN Wilayah I Tapaktuan, Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser pada Kamis (5/2/2026).
Petugas Stasiun Konservasi Penyu Rantau Sialang, M. Basir, menjelaskan bahwa sebanyak 101 butir telur yang dieramkan, berhasil menetas yaitu sebanyak 27 ekor dengan kondisi sehat. Sedangkan sisanya dinyatakan gagal netas. Lanjutnya, telur Penyu Lekang atau Penyu Abu - abu ini di peroleh secara sukarela dari masyarakat pencari lalar dan melalui hasil kegiatan patroli malam yang dilakukan petugas di sepanjang pantai kawasan pungkasnya.
"Berdasarkan data IUCN (International Union for Conservation of Nature and Natural Resources), Penyu Abu - abu atau nama lainnya adalah Penyu Lekang termasuk dalam daftar Apendix I Convention on International Trade in Endangered Species (CITES) of Wild Fauna and Floura, termasuk jenis satwa liar yang terancam punah keberadaannya di alam dan di larang keras dalam segala bentuk perdagangan internasional".
Tulisan: Efa Wahyuni